Makanan Yang Membuat Kita Mudah Tertawa
Bagaimana mungkin makanan bisa membuat kita lebih mudah tertawa?
Ya, karena makanan sangat mempengaruhi kesehatan gigi dan gusi. Kalau kita mengalami gangguan mulut, seperti radang gusi, keropos, napas bau, apa iya sih kita cukup pe-de untuk tertawa lebar?
Sebaliknya, jika mulut kita sehat, kita menjadi percaya diri, karena gigi terpelihara, gusi sehat, dan tak terganggu oleh bau mulut tak sedap. Jadi wajar dong kalau tertawa pun bisa lepas!
WIJEN

Mengunyah wijen memiliki efek pembersihan terhadap plak gigi dan merangsang pembentukan email gigi. Wijen kaya mineral kalsium, yang membantu melindungi tulang sekitar gigi dan gusi.

Kolagen pada gusi. Jika kita kekurangan vitamin C, jaringan kolagen gusi mudah rusak, sehingga gusi menjadi lunak dan mudah ditembus bakteri penyebab penyakit gusi. Gusi berdarah dan radang gusi termasuk salah satu gejala defisiensi vitamin C.
Sumber lain vitamin C: belimbing manis, jeruk (jeruk bali, jeruk keprok, jeruk manis), kedondong, mangga, nenas, pepaya, rambutan, sirsak, stroberi. Kol juga merupakan sumber vitamin C yang dapat diandalkan. Hanya saja, karena vitamin C sangat mudah rusakjika dimasak, kol sebaiknya disantap mentah, baik sebagai campuran salad maupun lalap.
KEJU
Potongan keju bisa dinikmati sebagai starter, yaitu “snack” pembuka, sebelum kita bersantap. Atau, bisa juga dinikmati setelah usai menyantap hidangan makan malam, disela-sela atau setelah menikmati dessert. Cukup 2 kubus keju @ 1 cm
Karena baunya, bawang’ bombai dapat “mencemari” bau mulut kita. Jadi, bagaimana bisa ia dikatakan dapat membuat kita lebih rajin tertawa? Sabar dong! Kalau hanya untuk mengusir bau mulut yang ditinggalkan bawang bombai, kunyahlah seledri. Bau mulut tak nyaman akan sirna, gigi dan gusi pun menjadi lebih sehat. Sebab seledri juga dapat diandalkan sebagai penjaga kesehatan mulut.
Bawang bombai, dan juga bawang mentah lainnya, seperti bawang merah dan bawang putih, mengandung senyawa belerang (sulfur) yang berkekuatan besar melumpuhkan bakteri. Dari hasil riset, senyawa belerang dalam bawang bombai mampu mematikan segala jenis bakteri mulut, termasuk bakteri Streptococcus mutans penyebab gigi berlubang. Kemampuan ini paling optimal jika bawang bombai dikunyah mentah-mentah.
Nah, kini jangan ragu lagi untuk mencampurkan irisan bawang bombai ke dalam salad dan isian sandwich atau burger.
SELEDRI
Lebih dari itu, mengunyah seledri dapat menyegarkan aroma mulut. Karena itu, makan seledri mentah sangat dianjurkan setelah kita menyantap makanan yang meninggalkan bau tajam di mulut, seperti bawang. Seledri mengandung monoterpen, suatu senyawa mudah menguap yang bisa dengan cepat diserap ke dalam paruparu. Nah, dari sinilah kemudian aroma segarseledri dialirkan melalui napas kita.
Bahan lain yang memberikan manfaat menyegarkan napas dan mulut adalah kemangi dan daun mint.
Seledri tidak harus dimakan tersendiri. Kita bisa juga mencampurkannya ke dalam salad atau hidangan mentah lain. Demikian pula dengan kemangi dan daun mint. Namun jangan bubuhkan seledri, serta kemangi dan daun mint, ke dalam masakan. Panas pemasakan membuat zat aktifnya, yang meredam bau napas dan mulut tak sedap itu, menjadi rusak dan berkurang khasiatnya.
RADIS
Senyawa isotiosianat inilah yang mampu mengerem aktivitas merusak dari bakteri mulut penyebab gigi ke ropos. Selain disantap mentah sebagai salad; manfaat isotiosianat dalam radis bit, maupun lobak bisa juga didapat setelah dimasak. Pemasakan hampir tidak mempengaruhi khasiat isotiosi anat.
dibandingkan dengan radis, bit dan lobak; radis jepang (wasabi) paling banyak mengandung senyawa isotio sianat. Karena itu, rasa wasabi cukup pedas. Sayangnya, di Indonesia kita sulit mendapatkan wasabi yang segar Walaupun demikian, wasabi olahan yang telah berbentuk pasta pun masih bisa diandalkan sebagai sumber isotiosianat Manfaatkan pasta,wasabi sebagai cam puran saus salad. Untuk setiap 1 sendok teh pasta wasabi campur dengan 1 sen dok teh kecap asin encer, 1 sendok ma kan madu, 1/2 sendok teh minyak wijen dan 3 sendok makan cuka beras.
JAMUR HIOKO
Untuk memetik manfaatnya dalam menjaga kesehatan mulut dan gigi, manfaatkan jamur hioko alias shiitake beberapa kali seminggu. Tambahkan beberapa iris hioko dalam tumisan, sup, ataupun masakan lainnya. Masukkan jamur sesaat sebelum masakan diangkat dari api.
Walaupun kadarnya tidak setinggi yang terdapat dalam jamur hioko, jamurjamur jenis lain juga cukup mengandung senyawa lentinan. Seperti jamur merang, jamur kuping, jamur kayu..
Saya juga memberikan beberapa tips rahasia yang mungkin anda juga belum pernah tahu sebelumnya, dan pastinya anda bisa membacanya dan sekaligus bisa mencobanya sendiri.. OK!!! Semoga informasi terbaru ini bermanfaat…
